Sabtu, 10 September 2011







SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PERGURUAN KARATE-DO TAKO INDONESIA
Perguruan Tako Indonesia pada mulanya bernama Seni Beladiri Perisai Diri yang dipelajari dari Guru R.M. Dirjo Atmojo (Surabaya) dan selanjutnya digabungkan dengan Crooked Jujitsu yang dipelajari dari Guru Ondo Tokugawa (Surabaya), maka didirikanlah Perguruan Karate-Do Tako Indonesia pada tahun 1963 Oleh Drs. Syahrun Isa, MIAUP. Dalam perjalanannya setelah melakukan hubungan dan kerjasama dengan aliran Karate Shito-Ryu, Kei Shin Kan dan Shotokan, terciptalah satu Seni Beladiri yang dinamakan AKSI TAKO.


Seni Beladiri Tangan Kosong (TAKO) atau Perguruan Tako Indonesia, lengkapnya Perguruan Karate-Do Tako Indonesia sampai dengan saat ini masih merupakan salah satu Perguruan Karate-Do yang bernaung dibawah Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI). Perguruan
Karate-Do Tako Indonesia didirikan di Tebing Tinggi - Sumatera Utara pada tanggal 24 Februari 1963.


Modal pokok berdirinya perguruan ini adalah teknik bertahan dan menyerang dengan Tangan Kosong ajaran Tuan Ondo Tokugawa, yang kemudian hari baru dikenal sebagai Seni Karate dari kelompok Crooked Jujitsu. Disamping teknik ini sedikit pengetahuan Silat yang didapat dari Bapak R.M. Dirjo Atmojo (Guru Besar Perguruan Silat Perisai Diri/Pendiri Perguruan Silat Perisai Diri) juga ada memberikan andilnya, beliau adalah sahabat Guru Syahrun Isa.


Sejak awal berdinya perguruan ini sudah ada kecenderungan untuk menasionalisir jiwa dari teknik bela diri asing. Maksud ini mendapat dorongan yang kuat dari Bapak Kantor Tarigan Walikota Kotamadya Tebing Tinggi Deli waktu itu. Kemudian pada akhir tahun 60-an perbendaharaan teknik Perguruan Karate-Do Tako Indonesia bertambah dengan bergabunggnya seorang pemegang sabuk hitam penganut aliran Shotokan dari Karate Modern murid dari Ken Koeshasi, DAN X Judo, DAN V Shotokan pendiri Ken Koeshasi Dojo.


Sejak awal tahun 70-an Perguruan Karate-Do Tako Indonesia mulai memfokuskan dirinya pada Olahraga Karate-Do, dan dalam tahuntahun selanjutnya perbendaharaan perguruan ini bertambah terus dengan adanya pengiriman siswasiswa perguruan keluar negeri untuk mempelajari Karate-Do. Untuk hal ini Perguruan Karate-Do Tako Indonesia berterima kasih atas partisipasi dari Sdr. Kwe Seng Poh (DAN IV Kei Shin Kan) cq Sdr. Efeendy Daudsyah dan Sdr. Y. Ishikawa (DAN VI Shito-Ryu) dalam penjajagan prestasi dibidang olahraga Karate-Do, Perguruan Tako Indonesia berulang kali mengadakan pertandingan didalam dan luar negeri. Pada awal tahun 70-an dengan Budokan Karate dan SKA dan pada tahun 1975 Perguruan Karate-Do Tako Indonesia mengikuti kejuaraan karate yang diikuti oleh beberapa negara di Singapore. Dalam pertandingan ini Perguruan Karate-Do Tako Indonesia menduduki kedudukan Runner-Up.


Pada pertengahan tahun 1977, beberapa guru dari beberapa aliran yang ada di Perguruan Karate-Do Tako Indonesia berkumpul dan bermufakat untuk mencari bentuk teknik bela diri dan olahraga yang ideal bagi pengikut Perguruan Karate-Do Tako Indonesia, dimana bentuk teknik bela diri dan olahraga ini nantinya mempunyai tata cara yang disesuaikan dengan kepribadian Bangsa Indonesia yang Pancasilais. Dan pada awal tahun 1979 tekad para guru ini dikukuhkan oleh Pengurus Besar Perguruan Karate-Do Tako Indonesia.


Pengurus Besar Perguruan Karate-Do Tako Indonesia yang diketuai Dr. Suhardiman, S.E mengintruksikan Dewan Guru Perguruan Tako Indonesia untuk segera menyusun pola dasar teknik yang selaras dengan idealisme Pancasila yang sedang dikembangkan oleh Pengurus Besar di Perguruan Karate-Do Tako Indonesia. Dan pada tanggal 9 Agustus 1979, pola dasar teknik yang berkepribadian Bangsa Indonesia tetapi masih jauh dari sempurna telah diperagakan untuk pertama kalinya di Kampus Universitas Indonesia.


Jumat, 09 September 2011

Pengurus Cabang Perguruan Karate-Do Tako Indonesia Kab. Labuhanbatu Utara Periode 2010 - 2014

Susunan Personalia Pengurus Cabang Perguruan Karate-Do Tako Indonesia 
Kab. Labuhanbatu Utara Periode 2010 - 2014
Berdasarkan SK Nomor 17/SKEP/TAKO-SU/XI/2010
Pengurus Daerah Perguruan Karate-Do Tako Indonesia Sumatera Utara



Pelindung            : Muspida Plus Kab. Labuhanbatu Utara ( Labura )

Penasehat          :
1.       Berahim Tarigan, SP.d
2.       Drs. Edison Sinaga
3.       Pardomuan Sianipar
4.       Ir. Sonari Napitupulu
5.       M. Maruba Hutabarat

Pembina              :
1.       H. Abdul Hakim Lubis, SE
2.       Ir. Nuraini Dewi Retno Sitowulan
3.       Sabar Poltak Sitorus, SH
4.       M. Yakup Marpaung
5.       Maria Nusa, SE
6.       Heri Suharjo, MBA

Ketua Umum     :  Ir. Salomo P. Hutabarat
Ketua                    :
1.       Parlindungan Napitupulu
2.       Edison Silvianto Simanjuntak, ST
3.       Tresna Hariadi, SH, MKn
4.       Dr. Poaradda Nababan, SpB
5.       Ir. Montang Siagian
6.       Mula Tahi sianipar
7.       Irwanto, ST
Sekretaris Umum             : Bonar Marolop Napitupulu, SP
Sekretaris            :
1.       Dayan R.P. Siahaan, SE
2.       Yudha Aruan

Bendahara Umum           : Rahman Simanjuntak
Bendahara          : Rita Selvia Sihotang, SH, MKn

Komisi Disiplin, Etika dan Peraturan
Ketua                    : Jonni Situmorang
Anggota               :
1.       Parel H. Napitupulu
2.       Santo Kristian Hutabarat, SH
3.       Timbul Marpaung
4.       Firman Hutabarat
5.       Moris Marpaung
6.       Mangiring Sianipar

Komisi Pengembangan Organisasi
Ketua    : Thomson Hutapea

 
Komisi Binpres

Ketua                    : Maju Pakpahan, SPd

 
Komisi Pertandingan

Ketua    : Rafael Tarihoran

 
Komisi Perwasitan

Ketua    :               Ronald Napitupulu

Komisi Kerjasama Antar Aliran
Ketua    : Lamhot Limbong

 
Komisi Dana
Ketua                    : Amran Napitupulu

Komisi Humas Dan Informasi

Ketua    :      Ricardo Simanjuntak, SSi

 
Komisi Teknik
Ketua    : Parel H. Napitupulu ( Dan IV )
Anggota               :
1.       Darman Sinaga ( Dan III)
2.       Maju Pakpahan SPd ( Dan II)
3.       Lamhot Limbong ( Dan I)
4.       Jawalni Situmorang ( Dan I )




Pelantikan Pengcab Tako Labura


Dewan Guru Karate-Do Tako Indonesia, Marolop Doloksaribu Menyematkan Sabuk Kepada Katua Pengcab Tako Kab. Labura, Ir. Salomo P. Hutabarat Dan Sekretarisnya Bonar Napitupulu

Ir. Salomo P. Hutabarat Pimpin Pengcab Tako Labura

Salomo P Hutabarat dilantik sebagai Ketua Pengcab Karate-Do Tako Indonesia Kabupaten Labuhanbatu Utara ( Labura) periode 2010-2014, oleh Ketua Umum Pengurus Provinsi Sumut (Pengda), Syamsul Sianturi SH
Sekretaris Umum Pengda Karate-Do Tako Indonesia Sumut, Drs. Effendi Manullang yang hadir bersama Pengda Sumut lainnya mengatakan, bahwa kepengurusan Pengcab karate-do Tako yang sah dan benar sesuai AD/ART Perguruan Karate-Do Tako Indonesia di Labura adalah kepemimpinan Ir. Salomo P. Hutabarat sebagai ketua umum dan sekretarisnya Bonar Marolop napitupulu.

Informasi yang diperoleh dari beberapa sumber, bahwa sebelumnya ada beberapa oknum yang mengaku sebagai pengurus Pengcab karate-do Tako Labura dan diduga telah memalsukan atau menscanning tanda tangan dari Pengda Sumut. Namun Effendi Manullang menegaskan, bahwa kepengurusan Pengcab Labura yang sah dan benar adalah kepemimpinan Ir. Salomo P. Hutabarat. (ricardo simanjuntak, Harian Medan Bisnis)